Lakon Wayang

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan modul untuk diklat Guru Produktif jenjang yang pertama ini. Modul ini berjudul Menerapkan Lakon Fragmen yang berperan untuk pegangan peserta dalam melaksanakan diklat di PPPG Kesenian Jogjakarta. Dari modul ini dapat diperoleh informasi tentang lakon-lakon secara umum, penggolongan, perubahan, dan makna yang ada dalam lakon wayang.

Selain itu, juga dibahas mengenai lakon fragmen Sinta Ilang yang diharapkan dapat menambah wawasan serta wacana dalam lakon wayang kulit sehingga memunculkan apresiasi tersendiri terhadap bentuk-bentuk lakon. Peribahasa mengatakan bahwa tiada gading yang tak retak, seperti juga modul ini masih jauh dari sempurna karena keterbatasan penulis. Oleh karena itu sangat diharapkan kritik, saran, dan koreksi dari pembaca terutama peserta diklat pedalangan, agar tulisan ini lebih berkwalitas. Semoga modul ini ber manfaat dalam proses pemelajaran.

Penulis

GLOSARIUM

Babak Unjal     :     Adegan tamu datang pada jejer pertama.

Bedholan         :     Upacara raja meninggalkan pertemuan pada adegan pertama

Jejer                  :     Adegan di keraton, pertapan dan kasatriyan

Tancep kayon  :     Akhir pertunjukan wayang

Kedatonan       :     Adegan di tamansari setelah jejer pertama.

Kapalan            :     Adegan naik kuda pada waktu prajurit berangkat perang

Paseban Jaba :     Pertemuan membahas perintah raja setelah adegan pertama

Perang Gagal  :     Adegan perang yang pertama.

Perang Ampyak:   Prajurit kerja bakti.

Perang Kembang:   Perang ksatriya dengan raksasa setelah adegan pathet sanga

Mitoni                :     Upacara adat Jawa untuk keselamatan ibu dan bayi dalam kandungan pada kehamilan pertama saat mencapai umur tujuh bulan.

Srepeg              :     Bentuk iringan wayang yang biasanya digunakan pada waktu adegan perang.

BAB I

PENDAHULUAN

A.  Deskripsi

Pertunjukan wayang kulit atau yang sering disebut pakeliran adalah salah satu cabang seni pertunjukan tradisional yang bermedium ganda. Perwujudannya merupakan jalinan berbagai unsur, yaitu lakon, sabet (seluruh gerak wayang), catur (wacana berupa narasi dan cakapan, karawitan dan iringan (sulukan, dodogan dan keprakan). Sehingga kaitan antara modul yang satu dengan yang lain adalah sangat erat, bahkan tidak dapat dipisahkan untuk dapat menjadi sebuah kompetensi yaitu mendalang. Orang melihat sebuah pertunjukan wayang sebenarnya yang dilihat adalah pertunjukan lakon. Dengan demikian lakon dalam kompetensi pedalangan sangat vital sifatnya. Melalui garapan lakon akan terungkap nilai-nilai kemanusiaan yang dapat memperkaya pengalaman jiwa.  Modul ini akan membahas lakon secara umum dan penerapannya dalam pakeliran Fragmen. Ruang lingkup modul ini meliputi pengertian, pertumbuhan dan perkembangan lakon wayang, penggolongan jenis, penyajian alur dan garap serta maknanya. Setelah menguasai modul ini, akan dapat menceritakan sebuah lakon fragmen.

B. Prasyarat

Kemampuan awal yang dipersyaratkan untuk mempelajari modul ini adalah:

  1. Mengetahui  perbedaan antara lakon fragmen, ringkas, dan utuh.
  2. Mengetahui alur lakon.
  3. Mengetahui garap dan makna lakon.

C. Petunjuk penggunaan Modul.

Penjelasan bagi petatar

  1. Cermati isi modul secara keseluruhan.
  2. Ikuti langkah-langkah belajar yang ada pada setiap modul.
  3. Perhatikan kesehatan dan keselamatan kerja.
  4. Selesaikan modul sesuai dengan rentang waktu yang ditentukan.
  5. Perhatikan dan ikuti prosedur penilaian sesuai dengan kriteria yang ada pada modul.

Penjelasan bagi penatar.

  1. Ajaklah petatar untuk mencermati isi modul secara keseluruhan.
  2. Lakukan pengontrolan bimbingan pada setiap langkah belajar yang dilakukan petatar pada setiap bagian modul.
  3. Perhatikan kesehatan dan keselamatan kerja anda dan petatar.
  4. Bimbinglah petatar untuk menyelesaikan modul sesuai dengan rentang waktu yang ditentukan.
  5. Lakukan penilaian sesuai dengan prosedur dan kriteria yang ada pada modul.

D. Tujuan modul

Menerapkan lakon fragmen dalam suatu pertunjukan wayang

E. Cek kompetensi.

Untuk mengukur penguasaan kompetensi yang akan dipelajari  modul ini petatar diharapkan dapat:

  1. Mengetahui lakon-lakon baku dan utuh.
  2. Mengetahui bentuk-bentuk pementasan lakon wayang.
  3. Mengetahui istilah-istilah yang ada dalam pedalangan.
  4. Mampu membedakan dan mengungkapkan janturan, pocapan dan dialog wayang sehingga dapat menerapkan lakon fragmen dalam pakeliran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: